Kamis, 10 Februari 2011
Senin, 31 Januari 2011
Kumpulan do`a-do`a sehari-hari (2)
Berlindung dari godaan syetan
Rabbi a’uudzu bika min hamazaatisy syayaathiini wa a’uudzu bika rabbi an yahdhuruuna.
Artinya: Ya Tuhanku, aku berlindung pada-Mu dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung pada-Mu Ya Tuhanku, dari kedatangan mereka.
Menjauhkan diri dari gangguan jin
Bismillaahii ladzii laa ilaaha illaa huwa.
Artinya: Dengan nama Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia.
Penjagaan dari gangguan binatang buas
Inni tawakkaltu ‘alailaahi rabbi wa rabbikum maa min daabatin illaa huwa aakhidzun binaashiyatihaa inna rabbii ‘alaa ahiraathim musatqiimin.
Artinya: Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah, Tuhanku dan Tuhan kamu semua. Tidak ada hewan melainkan Dia yang mengendalikannya. Sesungguhnya Tuhanku berada diatas jalan yang lurus.
Penjagaan dari gangguan ular
Salaamun ‘alaa nuuhin fil ‘aalamina.
Artinya: Keselamatan atas Nabi Nuh as, yang ada di alam semesta.
Doa sehabis Sholat Dhuha
Artinya :
"Ya Allah, bahwasanya waktu
Dhuha itu adalah waktu Dhuha-Mu, kecantikan ialah kecantikan-Mu,
keindahan itu keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatanMu, dan
perlindungan itu, perlindungan-Mu". "Ya Allah, jika rezekiku masih di
atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi , keluarkanlah,
jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh
dekatkanlah, berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan
kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau
limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh".
Doa Ketika Ada Angin Kencang :
Artinya:
Allahumma inni as-aluka khairaha wa khaira ma fiha wa khaira ma arsalta bihi wa a’uzubika min syarriha wa syarri ma arsalta bihi.
Artinya: “Ya Allah, aku mohon kepada-Mu kebaikannya (angin) dan kebaikan yang dibawanya dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang dibawanya.”
Doa Ketika Mendengar Petir :
Artinya:
Allahumma la taqtulna bigadabika wa la tuhlikna bi’azabika wa ‘afina qabla zalika.
Artinya: “Ya Allah, janganlah Engkau bunuh kami dengan kemurkaan-Mu dan janganlah Engkau binasakan kami dengan siksaan-Mu dan selamatkanlah kami sebelum kejadian ini.”
Doa Ketika Hujan Turun :
Artinya:
Allahumma sayyiban nafi’an.
Artinya: “Ya Allah, semoga hujan ini membawa kesuburan dan kemakmuran.”
Kumpulan do`a-do`a sehari-hari (1)
Doa Terhadap Orang yang bertengkar dengan kita
Ittaqillaaha.
Raaqibillaaha.
i’la annallaaha muththalli’un ‘alayka.
Yawma tajidu kullu nafsin maa ‘amilat min khayrin mundharan.
Artinnya:
“Bertakwalah kepada Allah mendekatlah kepada Allah.
Ketahuilah, bahwasannya Allah melihat perbuatanmu.
Pada hari dimana tiap-tiap orang mendapati segala kebajikan yang dikerjakannya.
Do`a menjinakkan hewan
Afaghayra diiniilaahi yabghuuna walahuu aslama man fissamaawaati wal ardhi thaw’an wa karhan wa liayhi turja’uuna.
Artinnya : “Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-Lah menyerahkan diri segala apa yang ada di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa, dan hanya kepada Allah-lah mereka dikembalikan”.
Doa Tahan lapar, haus dan capai
Alladzii khalaqaanii fahuwaa yahdiiniiwal ladzii huwa yuth'imunii wa yasqiinii wa idzaa maridhtu fahuwayasyfiina.
Artinya:
Tuhan yang telah menciptakan aku, makaDia-lah yang menunjuki aku, dan Tuhanku, yang Dia memberi makan danminum kepadaku, dan apabila aku sakit, Dia-lah yang menyembuhkan aku.
Pengobatan Penyakit Perut Mual
Salah satu resep Islami yang dapat diterapkan dalam rangka mengobati penyakit “perut mual” yang sedang diderita seseorang adalah :
a.Sediakan gelas kosong
b.Isilah dengan air bersih seluruhnnya
c.Bacakanlah firman Allah di bawah ini:
Artinnya: Dan Firmakanlah “Wahai bumi, telanalh airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah” Airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera berlabuh diatas bukti Judy, dan dikatakan,”kebinasaan bagi kaum yang Zalim.” (Surat Hu’ud Ayat 44)
d.Setelah itu diminumkan pada si Penderita
Insya Allah lekas sembuh. Dan perut anda takkan terasa mual-mual lagi.
Doa ketika Sakit Panas
Bismillahii kabiiri na’uudzu billaahii ‘azhiimi min syarri ‘irqin wa min syarrin naari.
Artinnya: “Dengan nama Allah Yang Maha Besar, kami berlindung kepada Allah Yang Maha Agung dari kejahatan peluh yang mendidih dan kejahatan panasnnya api.”
Mengobati kesurupan dengan ayat Al qur`an
Ayat-ayat Al Qur’an sebagai firman Allah SWT memang memiliki “Khasiat Dahsyat” untuk penyembuhan suatu penyakit. Hal ini bukannya dibuat-buat manusia. Tapi Allah SWT menyatakan dengan tegas :
Artinnya: “Katakanlah : Al Qur’an itu adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman” (QS Fushlihat ayat 44)
Akan halnnya “Penyakit Kesurupan” petunjuk penyembuhan islam telah mengharapkan pada kita. Carannya sebagai berikut:
Pertama (1) : Bacalah Surat Al-Mu’minuun (Juz XVIII) surat ke 23 ayat yang 108-109
Qaalakh sa-uu’ Fiihaa wa laa tukal-li-muun (108)
Artinnya: Tetaplah disana meratapi nasib malangmu ! jangan bicara lagi dengan AKU !”
In-nahuu kaana Fariiqum min ‘ibaadii yaquuluuna rab-banaa aaman-naa faghfir lanaa war hamnaa wa anta khairur raahimiin (109)
Artinnya: “Sesungguhnnya ada segolongan dari para hamba-ku yang berdo’a O Tuhan kami ! kami telah beriman, Oleh karena itu ampunillah kami dan berilah kami rahmat ! Engkaulah pemberi rahmat yang sebaik-baiknnya”
Surat Al-Mu’minuun (juz XVIII) surat ke 23 ayat yang 108-109 Dikutip dari Terjemah dan Tafsir Al Qur’an keluaran (Departemen Agama R.I Badan penelitaian dan pengembangan lektur Agama Jl Kramat Raya 85 Jakarta Pusat Tlp 44637)
Kedua (2) : Setelah itu ditiupkan pada telinga si Penderita
Jika resep tersebut dipraktekkan dengan sunguh-sungguh. Berkat izin Allah SWT semata, Niscaya yang anda derita lekas sembuh.
Yakinlah selalu, bahwa Allah SWT : Maha Penyembuh !
Mohon Ampunan
Rabbana inna aamannaa faghfirlanaa dzunuubanaa waqinaa ‘adzaaban naari.
Artinnya: “Ya Tuhan kami, bahwasannya kami telah beriman maka ampunilah segala dosa kami dan periharalah kami dari siksa neraka. “(Ali ‘Imran : 16).
Doa ketika singgah disebuah tempat, menempati rumah baru.
A’uudzu bikalimaatillaahit taammaati min syarri maa khalaqa.
Artinnya: “Aku berlindung diri dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna itu dari semua kejelekan yang ia buatnnya
.
Do'a Mohon Jodoh dan Keturunan yang BaiK
Artinya: "Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidupku seorang diri, dan Engkaulah pewaris yang paling baik." (QS. Al-Anbiyai': 89).
Artinya: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sungguh Engkau Maha Pendengar doa." (QS. Ali 'Imron: 38).
Mencerdaskan otak dan tidak mudah lupa
Allaahumma awwir bil kitabi bashari wasyrah bihii shadrii was tamil bihii yadanii wa athiiq bihil lisaanii waqawwi bihi janaanii wa asri bihii fahnii waqawwi bihii ‘zmii bihawlika wa quwwatika fa innahu laa hawla walaa quwwata il9la bika yaa arhamar raahimiina. Alaahummas tawda’tuka maa’ allamtaniihi fardudhu ilaa ‘indahaajatii liayhi walaa tansaniihi yaa rabbal ‘aalamiina.
Artinya:
“Ya Allah, terangilah pandangan saya dengan AL Qur’an. Dan dengannya lapangkanlah hati saya dan dapatlah kirannya beramal dengannya. Lancarkanlah lidah saya dalam mengucapkannya, dan teguhkanlah hati saya dengannya, dan percepatkanlah kefahaman saya dengannya serta teguhkanlah saya dengannya. Dengan sebab daya dan kekuatan-Mu, karena tiada daya untuk melakukan taat dan tiada upaya untuk menjauhkan maksiat, melainkan dengan pertolongan-Mu, ya Tuhan Maha Pengasih sekalian yang berkasih sayang, Ya Allah saya menitipkan kepada-Mu ilmu yang telah engkau ajarkan kepadaku, maka perkenankanlah kirannya Engkau mengembalikannya lagi kepadaku ketika saya membutuhkannya. Dan janganlah hendaknnya Engkau melupakannya, Wahai Tuhan Semesta alam.
Kasih sayang dan petunjuk
Rabbanaa aatinaa min ladunka rahmatan wa hayyi’lanaa min amrinaa rasyadan.
Artinya: Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami. (AL Kahfi:10)
Diberi keputusan yang adil
Rabbihkum bil haqqi wa rabbunar rahmaanul musta’aanu ‘alaa maa tashifuuna.
Artinya: Ya Tuhanku, berilah keputusan yang adil dan Tuhan kami adalah Tuhan Yang Maha Pemurah dan yang dimohon pertolongan-Nya apa yang kamu pinta (kepada-Nya). (Al Anbiya:112)
Kedudukan yang Baik
Rabbi adkhiinii mudkhala shidqin wa akhrijnii mukhraja shidqin waj’al lii min la dunka sulthaanan nashiiran.
Artinya: Ya Tuhanku, masukanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang menolong.(Al Isro’80)
Kemenangan dan Kesalehan
Allahummaj, alnaa mufiihiina. Alaahummaftah aqfaala quluu binaa bi dzikrika, wa atmim alaynaa ni,mataka, wa asbigh ‘alaynaa min fadhlika, waj’alnaa min ibaadikash shaalihiina.
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang mendapat kemenangan, wahai Tuhanku, bukalah segala kunci-kunci hati kami dengan menyebut –Mu dan sempurnakanlah atas kami nikmatMu dan curahkanlah atas kami keutamaan –Mu dan jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang shaleh.
Menerima Khabar Gembira
Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiina hamdan yuwaa fiini’amahu wa yukaafii maziidah.
Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan yang memelihara segala alam pujan yang menyamai nikmat-Nya dan menandingi keutamaan-Nya.”
Pertolongan dalam segala hal
Rabbi a’ini walaa tu’in ‘alayya wanahurnii walaa tanshur ‘alayyaa wamkuriii walaa tamkur ‘alayya wa yassir hudaaya wanshurnii ‘alaa man baghlyaa ‘alayya, rabbij ‘ainii laka syakiran, laka dzaakiran laka raahiban, laka mithwaa ‘an, ilayka mujiban aumuniiba. Rabbi taqabbal tawbatil wa aghsil hawbatii wa ajib da’wati wa tsabit hujjatii wahdi qalbi wasdid lisaani waslul sakhiimata qalbi.
Artinya: “Ya Allah Tuhanku, bantulah aku dan janganlah Engkau membantu untuk menyulitakn aku tolonglah aku dan janganlah Engkau menolong untuk menyengsarakan aku, berilah aku siasat dan janganlah Engkau beri siasat untuk mengalahkan aku, mudahkanlah petunjuk bagiku, dan tolonglah aku terhadap orang yang menganiaya diriku. Ya Tuhanku, jadikanlah aku orang yang bersyukur pada-Mu, ingat pada- Mu, takut pada-Mu, taat pada-Mu, memenuhi perintah-Mu, dan kembali kepada-Mu, Ya Tuhanku, terimalah taubatku, cucilah dosaku, perkenankanlah doaku, tetapkanlah hujjahku, tujukilah hatiku, luruskanlah ucapanku, dan lenyapkanlah kedengkian hatiku.”
Doa Menghilangkan Kesedihan
Inni tawakkaltu ‘alal hayyil ladzii laa yamuutu wa laa hawla wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiimi
Artinya: Sesungguhnya aku berserah diri kepada Yang Maha Hidup yang takkan pernah mati. Tiada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan Allah Yang Maha TInggi dan Maha Agung.
Minggu, 30 Januari 2011
DZIKIR BERJAMA`AH SEJAK ZAMAN RASULULLAH SAW
Dzikir Berjamaah Sejak Zaman Rosul SAW
By;K.H.Muhammad Arifin Ilham
Sekte wahabi muncul pada abad 14 hijriah, mereka ini merupakan penyakit dalam tubuh muslimin yg telah menyerang hampir seluruh Negara muslimin dimuka bumi. Mereka ini selalu mengada adakan dan mempermasalahkan hal hal yg tidak pernah dipermasalahkan oleh Ulama Besar, Para Imam, para Tabi’in, para sahabat, bahkan Rasul saw. Hal ini, tidak mengakategorikan Ibn Abdulwahhab sebagai Imam Madzhab, karena seorang Imam Madzhab adalah orang yg suci dari mencaci maki muslimin, apalagi menganggap musyrik pada ahli syahadat, atau menganggap perbuatan sahabat rasul radhiyallahu’anhum adalah Bid?ah munkarah. Imam madzhab adalah pewaris Rasul saw, orang yg berjiwa arif dan lidahnya selalu basah berdzikir kepada Allah, mendoakan yg sesat, mendoakan hidayah bagi orang kafir, demikian pulalah Lidah Rasul saw.
Dzikir berjamaah sejak zaman Rasul saw, sahabat, tabi’in tak pernah dipermasalahkan, bahkan merupakan sunnah rasul saw, dan pula secara akal sehat, semua orang mukmin akan asyik berdzikir, dan hanya syaitan yg benci akan hangus terbakar dan tak tahan mendengar suara dzikir. kita bisa bandingkan mereka ini dari kelompok mukmin, atau kelompok syaitan yg sesat.., dengan cara mereka yg memprotes dzikir jamaah, telinga mereka panas, dan ingin segera kabur bila mendengar jamaah berdzikir.
1). para sahabat berdoa bersama Rasul saw dengan melantunkan syair (Qasidah/Nasyidah) di saat menggali khandaq (parit) Rasul saw dan sahabat2 radhiyallhu?anhum bersenandung bersama sama dengan ucapan : “HAAMIIIM LAA YUNSHARUUN..”. (Kitab Sirah Ibn Hisyam Bab Ghazwat Khandaq). Perlu diketahui bahwa sirah Ibn Hisyam adalah buku sejarah yg pertama ada dari seluruh buku sejarah, yaitu buku sejarah tertua. Karena ia adalah Tabi’in.
2). saat membangun Masjidirrasul saw : mereka bersemangat sambil bersenandung : “Laa ‘Iesy illa ‘Iesyul akhirah, Allahummarham Al Anshar wal Muhaajirah” setelah mendengar ini maka Rasul saw pun segera mengikuti ucapan mereka seraya bersenandung dengan semangat : “Laa ‘Iesy illa ‘Iesyul akhirah, Allahummarham Al Anshar wal Muhajirah.. ” (Sirah Ibn Hisyam Bab Hijraturrasul saw- bina’ masjidissyarif hal 116)
3). ucapan ini pun merupakan doa Rasul saw demikian diriwayatkan dalam shahihain
4). Firman Allah swt : “SABARKANLAH DIRIMU BERSAMA KELOMPOK ORANG ORANG YG BERDOA PADA TUHAN MEREKA SIANG DAN MALAM SEMATA MATA MENGINGINKAN KERIDHOAN NYA, DAN JANGANLAH KAU JAUHKAN PANDANGANMU (dari mereka), UNTUK MENGINGINKAN KEDUNIAWIAN.” (QS Alkahfi 28) Ayat ini turun ketika Salman Alfarisi ra berdzikir bersama para sahabat, maka Allah memerintahkan Rasul saw dan seluruh ummatnya duduk untuk menghormati orang2 yg berdzikir. Mereka (sekte wahabi) mengatakan bahwa ini tidak teriwayatkan bentuk dan tata cara dzikirnya, ah..ah?ah.. Dzikir ya sudah jelas dzikir.., menyebut nama Allah, mengingat Allah swt, adakah lagi ingin dicari pemahaman lain?,
5). Sahabat Rasul radhiyallahu’anhum mengadakan shalat tarawih berjamaah, dan Rasul saw justru malah menghindarinya, mestinya merekapun shalat tarawih sendiri sendiri, kalau toh Rasul saw melakukannya lalu menghindarinya, lalu mengapa Generasi Pertama yg terang benderang dg keluhuran ini justru mengadakannya dengan berjamaah.., Sebab mereka merasakan ada kelebihan dalam berjamaah, yaitu syiar, ah..ah..ah.. mereka masih butuh syiar dibesarkan, apalagi kita dimasa ini..,
maka kalau ada pertanyaan : “siapakah yg pertama kali mengajarkan Bid’ah hasanah?, maka kita dengan mudah menjawab, yg pertama kali mengajarkannya adalah para Sahabat Rasul saw, karena saat itu Umar ra setelah bersepakat dengan seluruh sahabat untuk jamaah tarawih, lalu Umar ra berkata : “WA NI’MAL BID’AH HADZIH..”. (inilah Bid’ah yg terindah). Siapa lebih tahu makna menghindari bid’ah?, Umar bin Khattab ra, makhluk nomer dua paling mulia di ummat ini bersama seluruh sahabat radhiyallahu’anhum.., atau madzhab sempalan abad ke 20 ini.
6). Lalu para tabi’in sebab cinta mereka pada sahabat, maka mereka menggelari setiap menyebut nama sahabat dengan ucapan Radhiyalahu’anhu/ha/hum. Inipun tak pernah diajarkan oleh Rasul saw, tak pula pernah diajarkan oleh sahabat, walaupun itu berdalilkan beberapa ayat didalam alqur’an bahwa bagi mereka itu kerdhoan Allah, namun tak pernah ada perintah dari Rasul saw untuk menggelari setiap nama sahabat beliau saw dg ucapan radhiyallahu’anhu/ha/hum. Inipun Bid’ah hasanah, kita mengikuti Tabi’in mengucapkannya krn cinta kita pd Sahabat.
7). Khalifah Umar bin Abdul Aziz menambahkan lagi dengan menyebut nyebut nama para Khulafa?urrasyidin dalam khotbah kedua pada khutbah jumat, Ied dll.., inipun bid?ah, tak pernah diperbuat oleh para Tabi’in, Sahabat, bahkan Rasul saw, namun diada adakan karena telah banyak kaum mu’tazilah yg mencaci sahabat dan melaknat para Khulafa’urrasyidin, maka hal ini mustahab saja, (baik dilakukan), tak ada pula yg benci dengan hal ini kecuali syaitan dan para tentaranya.
Lalu kategori Bid’ah ini pun muncul entah darimana?, membawa hadits : “Semua Bid'ah adalah sesat dan semua sesat adalah di neraka”. Menimpakan hadits ini pada kelompok sahabat. Ah..ah..ah… adakah seorang muslim mengatakan orang yg memanggil nama Allah Yang Maha Tunggal, menyebut nama Allah dengan takdhim, berdoa dan bermunajat, mereka ini sesat dan di neraka?, Orang yg berpendapat ini berarti ia telah mengatakan seluruh nama nama diatas adalah penduduk neraka termasuk Umar bin Khattab ra dan seluruh sahabat, dan seluruh tabi?in, dan seluruh ulama ahlussunnah waljama’ah termasuk Sayyidina Muhammad saw, yg juga diperintah Allah untuk duduk bersama kelompok orang yg berdoa, dan beliau lah saw yg mengajarkan doa bersama sama.
Kita di Majelis Majelis menjaharkan lafadz doa dan munajat untuk menyaingi panggung panggung maksiat yg setiap malam menggelegar dengan dahsyatnya menghancurkan telinga, berpuluh ribu pemuda dan remaja MEMUJA manusia manusia pendosa dan mengelu elukan nama mereka..
Salahkah bila ada sekelompok pemuda mengelu-elukan nama Allah Yang Maha Tunggal?, menggemakan nama Allah?, apakah Nama Allah sudah tak boleh dikumandangkan lagi dimuka bumi?.??!! Seribu dalil mereka cari agar Nama Allah tak lagi dikumandangkan.. cukup berbisik bisik..!, sama dengan komunis yg melarang meneriakkan nama Allah, dan melarang kumpulan dzikir.. Adakah kita masih bisa menganggap kelompok wahabi ini adalah madzhab..?!!
Kita Ahlussunnah waljama?ah berdoa, berdzikir, dengan sirran wa jahran, di dalam hati, dalam kesendirian, dan bersama sama. Sebagaimana Hadist Qudsiy Allah swt berfirman : “BILA IA (HAMBAKU) MENYEBUT NAMAKU DALAM DIRINYA, MAKA AKU MENGINGATNYA DALAM DIRIKU, BILA MEREKA MENYEBUT NAMAKAU DALAM KELOMPOK BESAR, MAKA AKUPUN MENYEBUT (membanggakan) NAMA MEREKA DALAM KELOMPOK YG LEBIH BESAR DAN LEBIH MULIA”. (HR Bukhari Muslim).
Saran saya, kita doakan saja madzhab sempalan abad ke 20 ini, agar mereka diberi hidayah dan kembali kepada kebenaran. Wahai Allah, telah terkotori permukaan Bumi Mu dengan sanubari sanubari yg disesatkan syaitan, maka hujankanlah hidayah Mu pada mereka agar mereka mau kembali pd kebenaran, beridolakan sang Nabi saw, beridolakan Muhajirin dan Anshar, berakhlak dengan akhlak mereka, sopan dan rendah hati sebagaimana mereka. Demi Kemuliaan Ramadhan, Demi Kemuliaan Shiyaam walqiyaam, Demi Kemuliaan Nuzululqur’an, dan Demi Kemuliaan Muhammad Rasulullah saw, amiin.
Langganan:
Postingan (Atom)











































































